Menunggu, menunggu, dan menunggu. Hanya itu yang kulakukan selama 5 tahun terakhir ini dalam perjalanan hidupku. Aku menunggu mereka yang kusayangi dalam waktu yang sangat lama. Bahkan untuk menjadi gadis yang dekat dengannya harus menunggu juga dalam waktu yang cukup lama. Mungkin sudah garis hidupku, harus menunggu semua orang-orang yang kusayangi. Pernah aku sangat menyayangi seseorang, dan untuk bertemu dengannya aku juga harus menunggu, sampai akhirnya dia hilang entah kemana, tanpa ada kabar. Apa salahku????? mengapa dia pergi?? Pertanyaan-pertanyan bodoh seperti itu yang tahu jawabannya hanya dia. Dasar pengecut….
sampai suatu waktu disaat aku masih menunggu, seseorang singgah dikehidupanku yang penuh dengan penantian. Sejak awal aku tertarik padanya. Begitu cepat. Sebuah proses yang sangat singkat untuk menyukai seseorang. Suaranya, sangat mirip dengan dia. Atau mungkin dia adalah dia yang kutunggu???? Kenapa aku melihat seolah-olah ada kemiripan. Atau mungkin ini hanya perasaanku. Aku mencari pembenaran, aku ingin membuktikan kalau itu bukan dia yang kutunggu. Matanya sangat mirip, senyumnya, statement-statement yang dia ucapkan hampir sama, bahkan caranya memanggil sapaan akrabku sangat sama persis. Aku juga suka sepatu dekilnya yang entah berapa lama tidak dicuci, komedo yang cukup banyak dihidungnya, aku juga sangat suka dan menandakan kalau dia sangat laki-laki menurutku. Kepribadiannya juga yang jauh dari kata PALSU, cuek terhadap penampilannya, dan satu lagi ia tidak pernah melupakan kewajibannya sebagai hamba TUHAN.
Untuk dekat dengan dia yang mirip dia yang kutunggu aku harus menunggu dia menyapaku duluan, mengajakku ngobrol duluan dll. Membicarakan segala hal, termasuk kebiasaan-kebiasaan jorok, seperti memelihara ketombe dengan cara jarang keramas, dan mencintai sepatu dekil.
Dan sekarang dalam waktu yang sangat singkat, dia yang sangat mirip dengan dia yang kutunggu harus pergi. Entah untuk sementara atau selamanya. Masih sangat rancu bagiku. Aku tak berani menanyakan kapan dia akan kembali. Yang sangat kutakutkan jika jawabannya, dia tidak akan pernah kembali untuk selamanya. Andaikan bisa menghadang waktu, aku akan menghadangnya dengan sekuat tenaga, agar waktu sesekali dapat berpihak padaku yang dari dulu hanya menunggu. Menunggu sudah menjadi teman setia dalam hidupku. Tapi ada juga sisi positifnya, karena terus menerus menunggu aku bisa belajar jadi orang yang jauh lebih sabar.
Kini aku akan menunggu dia yang mirip dengan dia yang kutunggu untuk selamanya. Aku tidak akan menunggu dia yang kutunggu pertama kali. Tekadku sudah bulat. Aku akan menunggu dia yang kutunggu sejak pertama kali bertemu dan mirip dengan dia yang kutunggu tapi sekarang sudah tak kutunggu lagi. Aku akan menunggunya selamanya. Jika dia menginginkan aku menunggunya sebagai pacar, aku dengan senang hati dan tulus akan menunggunya, berapa lama pun waktunya. Aku akan menunggunya sesuai deadline yang dia tentukan. Jika dia menginginkan aku menunggunya sebagai teman, adik, atau sahabat aku akan tetap menunggunya, walaupun berat dan menyakitkan. Semua akan berusaha kujalani, asalkan dia tidak mendepakku dari kehidupannya. Status tidak menjadi masalah, bagiku kini yang penting keberadaanku yang selalu menunggunya dapat dirasakan dia yang kutunggu dan sangat mirip dengan dia yang kutunggu tapi sudah tak kutunggu, karena aku telah menunggu dia yang kutunggu sejak pertama kali bertemu. Dia yang kutunggu sejak pertama kali bertemu bukan punyaku, bukan milikku, tapi aku yang punyanya. Kapanpun dia membutuhkanku, aku akan selalu ada untuknya. Banyak yang menungguku, tapi aku tak mau ditunggu orang lain. Karena aku sangat tahu bagaimana rasanya menunggu. Aku tidak ingin orang lain yang menyayangiku, tapi tak kusayang merasakan hal yang sama. Cukuplah aku yang merasakan hal yang sangat menyakitkan itu. Aku hanya mau menunggu dia yang mungkin tak pernah menungguku, tapi akan selalu kutunggu walau tak pasti.
Kuberi nama dia juushichi juunigatsu. Hanya aku yang tahu maksud nama itu. Nama yang artinya sangat berarti buatku. Gatsuku, aku ingin selalu berada disampingmu. Menemanimu walau kutahu sebenarnya kau lebih butuh orang lain daripada aku, ada seseorang yang lebih menarik perhatianmu, lebih pintar menirukan cara unikmu menyeruput teh, lebih pintar menirukan cara bersendawa yang sering kau lakukan dan membuat orang lain muak melihatmu. Tapi bagiku itu adalah keindahan dan keunikan dalam dirimu, dan belum tentu semua orang bisa melakukannya. Kau sangat cerdas, dan tidak semua orang-orang pintar yang bodoh itu bisa secerdas dirimu. Mereka hanya memandangmu sebelah mata. Mereka tidak menyadari kalau kau adalah panutan untuk mereka yang sebenarnya tidak tahu apa-apa tapi sok tahu dengan keadaan mereka. Sebenarnya orang-orang berdasi itu iri padamu. Mereka juga ingin sepertimu, tapi rasa gengsi dan angkuh yang mengakar dalam diri dan jiwa mereka telah mengalahkan rasa kemanusian dan ketulusan hati. Mereka semua adalah orang-orang munafik dan pecundang bahkan lebih parah dari setan-setan yang terkadang selalu berhasil memudarkan iman manusia-manusia kotor, bahkan manusia yang menganggap dirinya suci sekalipun. Mereka yang sok tahu itu adalah setan-setan dunia yang tega memakan bangkai saudaranya sendiri, lalu mereka dengan bangganya memamerkan sesuatu yang mereka sebut hak milik mereka. Jiwa binatang mereka telah membunuh karakter banyak orang. Mereka semua lebih hina daripada puluhan pelacur yang berada disudut jalan dan menanti orang-orang yang berkedok malaikat kesepian yang butuh kenikmatan sesaat, padahal berhati iblis. Aku tahu gatsu, kau tidak seperti mereka. Kau menentang cara berpikir picik mereka. Kau sangat mengagungkan wanita. Walaupun pelacur yang dianggap hina sekalipun. Kau sangat berbeda, dari mereka semua. Hanya kau gatsu…hanya kau.
Gatsu yang akan selalu kutunggu, aku menyayangimu tanpa batas, aku selalu memandangimu, mengamatimu dari jauh menyeruput teh pekat kesukaanmu dari cangkir mu yang selalu kau gunakan dan berwarna hitam itu, aku juga sering melihatmu membaui hujan, dan itu sering kau lakukan jika hatimu sedang galau. Aku juga tau kau suka melukis burung-burung dilangit, yang setiap saat terbang bebas sepertimu. Burung-burung yang terbang bebas itu sangat beruntung, karena telah menjadi objek utama dan inspirasi terbesarmu. Aku sangat ingin sketsa wajahku termasuk diantara beratus-ratus sketsa milikmu, dan satu hal lagi yang kutahu tentangmu, kau sangat benci orang yang selalu mengatakan kata “biar saja”, menurutmu mengatakan kata itu sama saja dengan pasrah terhadap hidup, dan tak mau berusaha.
Dekat dengannya banyak yang bisa kupelajari, dia mengajariku menjadi lebih kuat, berpikir positif, dan berdemokrasi dalam keluarga dengan cara yang sopan.
Kini tinggal menghitung hari dia pergi, beberapa hari lagi dia meninggalkanku. Kali kedua aku ditinggalkan oleh orang yang hampir serupa dari segala hal. Kali kedua pula aku kehilangan orang yang selalu memberikanku kata-kata bijak dan memberikan kehangatan. Kapan waktu berpihak kepadaku????
Dan hari itu tanggal 31 desember 2001 tepat dipenghujung tahun jam 00.00 saat pergantian malam tahun baru, ia memintaku menunggunya, menunggunya dalam ketidak pastian. Menunggu dalam waktu yang lebih lama lagi.
Saat itu juga dia langsung meninggalkan kota makassar tanpa mengatakan padaku kapan akan kembali. Aku merasa dimainkan seperti yoyo. Ditarik ulur. Sesuka hatinya dia datang dan pergi seenaknya. Aku selalu berpikir apakah dia pernah memikirkan perasaanku??? Apakah ada usaha yang dia lakukan untuk segera kembali???. Tapi, mungkin ini caranya menyayangiku. Atau dia sedang menguji sejauh mana rasa sayangku. Jika memang begitu, terima kasih gatsu. Terima kasih atas usahamu untuk mengetahui yang sebenarnya. Satu hal yang perlu kau tahu, rasa ini tidak bisa terukur dengan apapun. Karena perasaanku tanpa batas. Tanpa sekat. Tanpa syarat. Dia sudah terlalu lama pergi, membiarkanku menunggu. Kemana dia kalau aku sedih dan susah. Bertahun-tahun waktu yang cukup lama kubuang untuk menunggu seseorang yang mungkin tidak pernah sekalipun berusaha berkorban untukku, menunggu seseorang yang mungkin sejak awal tak pernah merasakan keberadaanku. Semoga saat gatsuku kembali aku masih tetap menunggu, dan semoga perasaanku tidak akan pernah dirubah oleh waktu karena setiap orang tidak akan pernah bisa tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Setiap orang tidak bisa tahu rahasia TUHAN. Tapi dibalik semua prasangka dan berbagai kekhawatiranku tentangmu, aku tahu TUHAN tidak menutup telinga dan matanya. Gatsu kau harus bertanggung jawab karena telah membawaku masuk dalam kehidupanmu, dan kau semakin membantuku untuk lebih menyayangimu. Semoga ini bukan titik penantianku, tapi koma.
cerita ini membuat pembaca ikut hanyut dalam ceritaX...!!asli keren,tp ada yG ganjil(siapaKa gerangan juushichi juunigatsu gobLok yg Bego atau pura2 Bego ada wanita istimewa(siGiLa) yg cinta mati n siap menunggu cintaX)....???????hehehehe
BalasHapusHAHAHAHA....si GILA itu skRng eksis diDunia nyata..
BalasHapus