Kamis, 19 Maret 2009

GATSU again....

Gatsu kini kini telah berubah menjadi pria berdasi dengan kepala pelontos. Gatsu yang sering mengalungi kamera SLR itu kini lebih senang menggendong sebuah boneka barbie, yng lebih layak berada ditempat sampah. Gatsu tidak bisa mencari objek lagi karena kini huniannya telah berbeda. Gatsu telah disatukan dengan orang-orang yang bernasip dengannya. Gatsu yang selalu mengagungkan wanita itu kini lebih sering mengumpat, menjadikan orang lain sebagai tempat sasaran kemarahannya, dan yang lebih parah lagi ia selalu meludahi wajah para wanita-wanita berseragam putih yang berusaha menenangkannya, bahkan menyeretnya seperti binatang. Gatsu...kau tidak bisa bebas lagi, mereka terpaksa menyekapmu. Bahkan berencana memasungmu.
Aku masih mengamatinya dari jauh. Dari balik pohon yang hampir tumbang karena tiupan angin kencang. Angin yang jahat kata manusia-manusia lemah dan sebenarnya tak berdaya tapi sok bertenaga. Padahal manusia-manusia picik itu lebih jahat dari angin yang telah menumbangkan pohon-pohon tempat manusia-manusia malas bersandar dan berlindung dibawah terik sang surya yang akan membakar kulit mereka yang dirawat dan dipermak sedemikian rupa agar tetap mulus. Padahal hati mereka sangat kasar. Kulit yang mulus itu tak semulus hati mereka. Wanita-wanita berseragam putih itu jahat. Mereka tidak tulus merawat gatsu. Aku sangat iba melihat gatsu. Apa yang membuatnya menjadi seperti itu????
Ingin kupecahkan kepala para wanita-wanita berseragam putih yang topinya lebih mirip lipatan-lipatan model perahu dari kertas. Aku sangat benci dengan mereka. Dengan seenaknya mereka menyeret gatsu dan mereka melakukan hal itu karena tuntutan profesi katanya. Anjing.....Bahkan anjing yang dianggap najis pun, lebih pantas menemani gatsu.
Aku, aku tetap aku. Aku tetap orang yang entah sampai kapan berhenti mengamati gatsu yang malang itu dari jauh. Telah lama kukumpulkan keberanian. Sampai saat ini gatsu sama sekali tidak mengenalku. Gatsu tidak tahu kalau selama ini ada seorang pengecut yang mengaguminya dan selalu menjadi penguntit dalam hidup gatsu.

2 komentar:

  1. hehehe....!!!mantap ty....!!!Tulisan diatas mencerminKan priBadi penulisX...!!!hehehe

    BalasHapus
  2. wah....saLah..saLah..tuLisanku itu bukan kisah nyata...hanya hayaLan!!!

    BalasHapus