Kamis, 19 Maret 2009

CATATAN HATI KORBAN LABA-LABA


Obsesi, obsesi seperti yang diceritakan Teh nca’ dalam novel best sellernya. Dia, sang obsebsi, seorang alumni kampus matahari yang meraih gelar sarjananya pada tanggal 30 desember 2006. Dan berlalu meninggalkan kota tepat pada tanggal 22 januari 2007. Dia bermata tajam, kedua tangannya kecil dan kuat, seperti kuatnya menjalani kehidupan yang tiba-tiba menjalani mobilitas sosial. Entah apa yang ada dalam dirinya, sehingga membuatku menjadi gila. Gila karena menjadikannya obsesi yang selalu mengganggu pikiranku, gila karena menjadikannnya motifator dalam sebuah mata kuliah, gila karena selalu melakukan hal-hal yang unbelievable, yang kalau listnya dibuat mungkin bisa menghabiskan 10 rim kertas. Obsesi yang selalu tdak pernah bisa digantikan tempatnya. Obsesi yang selalu menggunakan fungsi psikis fikirnya. Dia selalu datang dan menghilang tanpa ada yang bisa tahu. Hujan, hanya hujan yang tau. Waktu itu hari sabtu. Manusia-manusia bertoga memadati aula kampus matahari. Dia adalah salah satu dari mereka. Berat sebenarnya meninggalkan koridor kampus matahari waktu itu, berat menyalami tangannya, berat untuk menatap matanya, karena butiran bening yang bersiap-siap membasahi pipiku waktu itu. Akupun melangkah, begitu juga dia. Hanya melambaikan tangan. Padahal ingin sekali kulingkarkan kedua tanganku kebadannya yang hangat. Ingin sekali kukatakan “Bisakah Laba-Laba hanya menjaring satu korban terakhir???!!!! “


Tidak ada komentar:

Posting Komentar